Latest Updates
Tampilkan postingan dengan label Burung lovebird. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Burung lovebird. Tampilkan semua postingan

Fabregas Senang Punya Fans Indonesia

Fabregas Senang Punya Fans Indonesia



Jakarta - Cesc Fabregas memang baru pertama kali menginjakkan kaki di Indonesia. Namun keramahan masyarakat tanah air khususnya di Jakarta membuat bintang Arsenal asal Spanyol itu senang berada di sini.

Fabregas sejak kedatanganannya semalam di Jakarta, untuk pertama kalinya diperkenalkan secara resmi ke publik pada konferensi pers di Kalimantan Room, Hotel Shangrila, Jakarta, (22/6/2011) pukul 16.45 WIB, molor sampai satu setengah jam dari yang semula dijadwalkan.

Begitu Fabregas keluar dari belakang panggung, seketika ruangan menjadi riun rendah terutama para wanita yang memang sejak awal sudah menantikan kedatangan pesepakbola tampan itu.

Saat pertama naik di atas panggung, Fabregas disambut sekumpulan anak-anak perempuan yang tergabung dalam grup pemandu sorak.

Fabregas selalu tampak murah senyum kepada para hadirin di ruangan tersebut termasuk kepada media. Bahkan dalam menjawab setiap pertanyaan, Fabregas selalu sumringah dan tampak antusias dengan awak media maupun undangan yang mengelu-elukannya.

"Saya sangat terkesan dengan sambutan di sini. Ini pertama kali datang ke Jakarta. Senang rasanya punya banyak fans di sini. Terima kasih," begitu sambutan pertama Fabregas.

Setelah kurang lebih setengah jam sesi tanya jawab, Fabregas diberikan waktu melakukan sesi foto bersama dengan para hadirin.

Sayangnya, keamanan dari panitia yang dinilai terlalu berlebihan membuat para penggemar kurang bisa berinteraksi dengan Fabregas. Padahal kapten Arsenal itu tampak oke-oke saja saat diminta tanda tangan atau foto bersama.

Setelah itu Fabregas meninggalkan ruangan jumpa pers. Ia masih menyempatkan diri menyapa para fans lain yang sudah menunggu di luar ruangan tersebut sebelum berlalu menuju kamarnya.

Burung Lovebird Yang Cantik

Lovebird,adalah jenis burung yang sangat di gemari di indonesia,selain warna yang beragam,burung jenis ini mempunyai nilai yang lebih..Lovebird sesuai namanya adalah burung pecinta,maklum karena buurng ini sangat setia dengan pasanganya..
Tahun tahun terakhir lovebird menjadi primadona,karena sangat di buru oleh pecinta burung,tak jarang sekarang banyak di tangkarkan,selain perawatan yang mudah juga mampu bertelur lebih dari satu pasang...
















Pesona Lovebird "Si Paruh Bengkok"


LOVEBIRD (Agapornis sp) baru dikenal masyarakat penggemar burung di Indonesia sekitar 6-8 tahun lalu. Meski demikian, burung ini cepat populer, bahkan melampaui popularitas burung-burung hias lokal seperti kakatua, betet, maupun beo.

Warna bulunya memang sangat indah dan bervariasi. Sifatnya yang jinak dan lucu makin membuat orang gemar memeliharanya, atau sekurangnya menikmati keindahan warna bulu-bulunya. Bahkan, entah siapa yang memeloporinya, orang-orang Barat menyebutnya sebagai ''burung pencinta''. Mungkin karena mereka terkenal sangat setia dengan pasangan masing-masing. Sekali berjodoh, sulit untuk meninggalkan pasangannya.

Habitat asalnya adalah Madagaskar serta beberapa pulau di lepas pantai Afrika. Pada akhir abad ke-20, beberapa spesies kemudian diekspor ke Amerika dan Eropa secara besar-besaran. Ternyata di negara-negara barunya itu, lovebird berhasil ditangkarkan serta dikembangbiakkan dengan baik. Beberapa diantaranya kemudian diekspor ke Indonesia, dan bisa pula berkembang biak dengan baik. Dapat disimpulkan, daya adaptasi lovebird sangat sempurna, sehingga bisa hidup dan berbiak dengan baik di daerah tropis, subtropis, maupun negara-negara yang memiliki empat musim.


Berparuh Bengkok
Lovebird merupakan spesies burung berparuh bengkok, seperti halnya beo, betet, macaw, dan kakatua. Namun ukuran tubuhnya lebih kecil jika dibandingkan dengan burung-burung berparuh bengkok lainnya. Panjang tubuhnya cuma 13-17 cm, dengan berat 42-60 gram. Jika dirawat dengan baik, umurnya bisa mencapai 10-12 tahun, bahkan ada juga yang mencapai umur lebih dari itu.

Jumlah telur yang dihasilkan berkisar antara 3 sampai 8 butir, tapi kebanyakan hanya 4-5 butir saja. Meskipun telur lovebird jauh lebih kecil daripada ayam, tetapi lama pengeramannya justru lebih lama. Telur ayam hanya memerlukan waktu 21 hari untuk menetas, sedangkan telur lovebird selama 23-25 hari.

Induk betina mulai mengeram setelah menghasilkan telur kedua. Terkadang induk jantan pun ikut membantu mengerami, sehingga tugas mengerami dilakukan secara bergantian. Kebiasaan ini semakin menambah ''kadar kesetiaan'' jantan terhadap betinanya.

Di alam bebas, lovebird muda sudah berani terbang meninggalkan sarang setelah berumur 38-50 hari. Bahkan, 14 hari setelah ''berlatih'' terbang, mereka sudah berani memisahkan diri dari kedua induknya, alias ingin hidup mandiri. Melihat kenyataan itu, para penangkar bisa mengaplikasikannya di alam kandang. Artinya penyapihan bisa dilakukan pada umur dua bulan.

9 Spesies
Warna bulu pada lovebird memang sangat bervariasi, karena ada sembilan spesies (jenis), yang semuanya termasuk dalam genus Agapornis. Ke-9 spesies itu adalah abyssian lovebird (A. taranta), madagascar lovebird (A. cana), red-faced lovebird (A. pullaria), (black-collared lovebird (A. swinderniana), peach-faced lovebird (A. roseicollis), nyasa lovebird (A. lilianae), black-cheeked lovebird (A. nigrigenis), fischer lovebird (A. fischeri), dan masked lovebird (A. personata).

Beberapa ahli burung membagi lovebird berdasarkan tingkat kelangkaannya, yang mana terdapat dua pengelompokan: jenis umum dan langka. Jenis umum, misalnya, A. roseicollis, A. personata, dan A. fischeri. Selebihnya termasuk langka, karena jarang dijumpai dan sukar ditangkarkan. Jenis langka yang masih dapat dijumpai umumnya sudah merupakan persilangan dengan A. personata.

Yang paling banyak dipelihara di Indonesia adalah red-faced lovebird (A. pullaria). Jenis ini mempunyai ciri khusus pada wajah dan keningnya. Sesuai dengan namanya, wajah dan keningnya berwarna merah-oranye (jantan) atau oranye saja (betina).

Sebagian pakar lovebird mengelompokkan burung ini menurut tingkat kesulitannya dalam membedakan jenis kelamin. Tetapi sebagian ahli mengelompokkannya menurut tingkat kelangkaannya.

Berdasarkan tingkat kesulitan membedakan jantan dan betina, lovebird dibedakan menjadi tiga kelompok. Yaitu jenis lovebird yang mudah dibedakan (sexually dimorphic), antara lain A. taranta, A. cana, dan A. pullaria; sulit dibedakan (intermediate), misalnya A. swinderniana dan A. roseicollis; serta tak bisa dibedakan antara jantan dan betina, antara lain A. lilianae, A. nigrigenis, A. fischeri, dan A. personata.
Sedangkan berdasarkan tingkat kelangkaannya, dikenal lovebird yang umum (mudah dijumpai) dan lovebird yang langka (sulit dijumpai lagi). Yang termasuk dalam kelompok umum hanya tiga spesies, yaitu A. roseicollis, A. personata dan A. fischeri. Selebihnya termasuk langka, sebab jarang dijumpai dan sulit ditangkarkan.

Bagaimana dengan Agapornis pullaria yang banyak dipelihara di Indonesia? Jika darahnya masih murni, jenis ini termasuk langka. Agapornis pullaria yang ada sekarang kebanyakan merupakan hasil persilangan dengan Agapornis personata, sehingga warna bulunya makin bervariasi.

Cara Berternak Burung Lovebird


Sebelum memulai beternak Lovebird, kita harus bisa membedakan dulu antara Lovebird jantan dengan Lovebird betina. Secara fisik dan warna, burung tersebut susah untuk diketahui jenis kelaminnya.

Cara yang paling gampang adalah dengan meraba kedua capit udang yang terletak dibawah duburnya. Jika keras, rapat dan lancip, biasanya jantan. Sedangkan burung betina capit udangnya lembek, lebar dan tumpul. Ciri lain adalah, Lovebird betina jika sudah birahi akan mengumpulkan bahan sarang dan diselipkan diantara kedua sayapnya sebelum dibawa kedalam kotak sarang.
Lovebird bisa diternak setelah memasuki usia diatas 7 bulan. Pilihlah Lovebird yang sehat dan tidak cacat sebagai calon indukan dan berusia relative masih muda karena Lovebird yang sudah berumur diatas 3 tahun biasanya sudah tidak terlalu produktif. Untuk mendapatkan kriteria seperti diatas, sebaiknya kita langsung membeli dari peternak yang sudah kita kenal.

Untuk memacu birahi, selain kwaci, tambahkana makanan extra berupa toge, jagung muda dan sawi. Ketiga jenis sayuran ini terbukti berguna untuk mendongkrak birahi Lovebird.

Walaupun Lovebird bisa diternak dengan cara diumbar dalam kandang beurukuran besar dengan jumlah lebih dari 1 pasang, akan lebih baik jika beternak Lovebird secara individual. Untuk 1 pasang Lovebird, bisa digunakan kandang dengan ukuran sekitar 80cm x 40cm x 40cm. Satu Kandang diisi satu pasang. Ini dilakukan supaya garis keturunan gampang dilacak sehingga suatu saat memudahkan kita untuk melakukan experiment dalam menghasilkan varian warna yang berbeda. Sediakan kotak sarang atau glodok untuk bertelor dan mengeram. Contoh ukuran glodok XLXT = 15cm x 20cm x 25cm. Glodok terbuat dari papan dengan ketebalan sekitar 2cm.

Tempat sarang atau glodok untuk Lovebird umumnya terbuat dari kotak kayu.
Bahan sarang bisa menggunakan serbuk kayu, kulit jagung yang sudah dikeringkan dan lain sebagainya.

Umumnya Lovebird bertelur antara 4 – 6 butir dan menetas setelah dierami sekitar 21 hingga 23 hari. Kedua indukan, baik jantan maupun betina saling bergantian menyuapi anaknya. Pada saat berumur sekitar 6 – 8 minggu, anak burung mulai keluar dari kotak sarang. Setelah anak burung bisa makan sendiri, segera pindahkan mereka ke sangkar lain sehingga indukannya bisa kembali melakukan siklus reproduksi.

Adakalanya indukan Lovebird tidak mau mengasuh anakannya. Jika kita menemukan kasus seperti ini, tidak ada cara lain kecuali harus diangkat dan disuapi sendiri.

Siapkan kotak berukuran kira-kira 40×40x40cm yang didalamnya terdapat lampu bohlam 5 watt yang berfungsi sebagai penghangat. Anak Lovebird harus disuapi setiap 2 jam sekali. Makanan yang paling sesuai pada masa tersebut adalah bubur susu untuk bayi.

Campurkan bubur susu dengan air matang (hangat-hangat kuku), lalu gunakan sendok untuk menyuapi anak burung. Tingkat kekentalan makanan tersebut harus disesuaikan dengan usia anak burung. Semakin bertambah usianya, semakin kental bubur susu yang diberikan. Setelah berumur 3 – 4 minggu, kita sudah boleh mulai memperkenalkan jenis makanan lain seperti sayuran, buah-buahan dan millet.

Jenis Jenis Burung Lovebird.

LOVE BIRD adalah spesies terkecil dari burung beo. Burung Lovebirds sebagian besar ditemukan di Afrika kecuali untuk lovebirds Grey, yang hanya ditemukan di Madagaskar. Ilmiah lovebirds dikenal sebagai Agapornis.

Ada sembilan jenis spesies lovebirds, antara lain :

* Nyasa Lovebird – lovebirds ini ditemukan di beberapa daerah di Zambia, Malawi dan Rhodesia. Sayap yang berwarna hijau tua, ia paruh adalah berwarna merah, warna kaki dan kaki berwarna abu-abu dan kepala, leher dan payudara adalah terang oranye-merah dalam warna.

* Peach Faced Lovebird – lovebirds ini adalah dibesarkan dalam jumlah besar dan beberapa mutasi sejoli ini berlangsung, seperti Blue Pastel, Lutino dan Pied Lovebirds. Kepala, dada dan tenggorokan burung ini adalah persik berwarna pink cerah.

* Masked Lovebird – sejoli ini ditemukan di Tanzania. Spesies ini jarang terlihat di penangkaran. Sayap yang berwarna hijau tua, warna kepala berwarna coklat gelap, dada dan tengkuk adalah warna kuning dan penerbangan bulu warna hitam.

* Fischer’s Lovebird – Burung ini biasanya ditemukan di Tanzania baratlaut. Lovebirds ini biasanya ditemukan dan beberapa mutasi burung-burung ini telah terjadi. Pipi dahi dan tenggorokan yang berwarna oranye terang, pantat yang berwarna biru dan ada tanda hitam pada ekor.

* Black - cheek lovebird - Lovebirds pipinya hitam yang ditemukan di Zaire dahi dan mahkota yang berwarna coklat kemerahan dalam warna, bagian belakang adalah warna hijau tua dan ada band jeruk pada payudara atas dan tengkuk itu.

* Madagascar Lovebird – The lovebirds Madagaskar sebagian besar ditemukan di Afrika ekuatorial. Tubuh burung-burung hijau di Warna dahi dan wajah yang cerah oranye-merah dalam warna dan warna bulu hitam penerbangan mereka pantat adalah berwarna biru dan pada ekor, Anda akan menemukan patch kecil yang berwarna merah, kuning dan berwarna biru.

Strategi Pembiakan Lovebirds

Strategi Pembiakan Lovebirds


Gambar  LOVEBIRD PASTEL LUTINO SIAPANPERSIAPAN AWAL Hal paling penting untuk dipertimbangkan saat memutuskan untuk berkembang biak LOVEBIRDS adalah berapa banyak waktu dan energi yang Anda miliki. Pembiakan burung harus dalam kondisi puncak, mereka tidak dapat melakukan diet biji-hanya atau terpaksa tinggal di kandang yang kotor. Mereka harus diberikan diet sehat dengan banyak variasi. Sebuah campuran pelet baik seperti Dr D’s atau Mazuri dan campuran benih berkualitas tinggi . Ini adalah sayuran segar dan biji-bijian yang akan membuat burung Anda cukup sehat untuk bertelur subur dan membesarkan bayi yang kuat.
BAGAIMANA MENDAPATKAN SEPASANG SEJATI lovebirds
Lovebirds tidak dimorfik seksual. Ini berarti, Anda umumnya tidak tahu apakah lovebird adalah JANTAN ATAU BETINA hanya dengan melihat itu. Metode terbaik untuk menentukan jenis kelamin pada LOVEBIRDS adalah melalui DNA. Hal ini memerlukan memesan kit dari salah satu laboratorium yang kemudian mengambil sampel darah dari burung Anda. Cara termudah untuk melakukannya adalah dengan klip kuku jari kaki sedikit lebih tinggi daripada biasa. Pastikan untuk memiliki tasak bubuk atau tepung di tangan (mereka akan menghentikan aliran darah ketika Anda selesai). Pengujian diri ini umumnya biaya antara $ 15 dan $ 22. Banyak toko burung akan mengambil sampel untuk Anda jenis mual, dan mereka akan kirimkan ke laboratorium dan membuat Anda mendapatkan hasil. Hal ini biasanya dua kali lipat biaya Anda, meskipun beberapa toko hanya biaya perangko dan $ 5,00 mengambil sampel-biaya. Memang, jika kekasih Anda adalah tipe menggigit, ini mungkin your best bet. Tentu saja, dokter hewan unggas akan mengambil sampel, tetapi biaya bisa menjadi kendala jika Anda menguji banyak burung.
Beberapa perbedaan visual antara jenis kelamin JARAK SUPIT URANG di kelaminnya, lebar atau sempit.
untuk pembuatan sangkar dan box untuk menetas bisa langsung beli jadi di pasar burung.
Kangkung, biji bunga matahari sangat disarankan untuk menaikkan gairah sexual pejantan.
Normalnya : proses setelah bertelur, angkremi(sebelum menetas) 2 minggu, kemudian menetas dan dibesarkan indukan 2,5 bulan.

sumber:http://burunglovebird.wordpress.com/2010/04/09/strategi-pembiakan-lovebirds/

Menangkarkan Burung Lovebird

Bagi Anda pecinta burung, terutama burung hias dan burung kicau, tentunya Anda pasti mengenal jenis burung yang satu ini. Burung ini bernama Lovebird. Namun Lovebird memang banyak dipelihara sebagai burung berkicau. Tidak sedikit pula para penggemar burung yang lebih menyukai warnanya. Dari munculnya budaya untuk mengawinsilangkan burung Lovebird agar menghasilkan sebuah anakan baru, sejak abad 17-an masehi kegiatan itu telah dirintis, akan tetapi baru sekitar tahun 1940-an hal tersebut tercatat.

Oleh karena hobi untuk mengawinsilangkan inilah maka banyak Lovebird mutan diperoleh. Sehingga tidak heran jika Lovebird mutan berkembang pesat, terlebih lagi dengan disertai cukup banyak kegiatan lomba dilaksanakan untuk mempertandingkan Lovebird dari hasil persilangan tersebut.

Jenis burung tersebut yang banyak terdapat di Indonesia antara lain adalah Lovebrid Muka Salem, Lovebird Kacamata Topeng, dan Kacamata Fischer. Dari ketiga jenis tersebut, Lovebird Muka Salem yang paling banyak mengalami mutasi. Jenis ini, juga Kacamata Fischer lebih mudah beradaptasi dengan lingkungan yang baru.


Dari Lovebird Muka Salem ini dihasilkan jenis Golden Cherry (warna kuning, mata gelap), Albino (warna putih, mata merah), Lutino (warna kuning mata merah), Cinnamon (kecokelatan), dan Pied (Bercak-bercak). Lovebird Pied seperti Muka Salem normal, namun hanya saja terdapat bercak-bercak di bagian dada, punggung dan perutnya.


Lovebird mutan di Indonesia kebanyakan masih impor, memang untuk menghasilkan burung mutan dari induk normal agak sulit, sebab, tergantung ada tidaknya gen mutasi yang dibawa. Inilah banyak dilakukan oleh para penggemar burung di luar negeri karena mereka memang terbiasa melakukan persilangan-persilangan.

Sedangkan untuk menghasikan Lovebird Lutino, paling baik adalah dengan mengawinkan pajantan hijau normal dengan betina Lutino. Dengan cara demikian, maka kemungkinan besar dapat memperoleh anak Lutino pada generasi pertama mencapai 60%.

Selaij itu, jenis kelamin anakan dapat diketahui sebelum bulunya muncul. Caranya dengan melihat warna mata. Anakan bermata merah itu pasti betina yang Lutino sedangkan yang bermata gelap, jantan normal. Usaha breeding memang membutuhkan kesabaran, belum tentu keturunan pertama langsung mendapatkan yang mutan. Kalau telur yang dihasilkan empat biji, kemungkinan mendapatkan satu Lovebird mutan.

Akan tetapi yang lebih sulit adalah menghasilkan Lovebird Albino. Pertama, harus mempersiapkan calon induk betina yang Lutino/biru berasal dari perkawinan betina warna biru dengan jantan Lutino. Selain itu harus ada calon induk jantan yang dihasilkan dari betina Lutino dan jantan biru/Lutino. Dari sana kemudian keduanya baru dikawinkan untuk menghasilkan Lovebird Albino.

Burung Lovebird Cantik

Burung Lovebird Cantik

Jessica Miller/African Love Bird Society)
Gambar  burung lovebird 
Gambar  jual burung lovebird